– SIT Ma’arif MakassarQur’an Memorization Competition telah resmi ditutup dengan grand final yang berlangsung pada Kamis 29 Januari 2026. Kegiatan ini yang berlangsung selama Tujuh hari dan diselenggarakan oleh Bidang Pembinaan Keagamaan sebagai bagian dari upaya pembinaan pendidikan agama dan pengembangan potensi santri.

Setelah melalui serangkaian babak penyisihan awal dan seleksi tingkat 2 Juz, peserta yang lolos merupakan santri berprestasi terbaik dari seluruh kelas 1 hingga 6 SD. Tahap grand final ini tidak hanya menguji hafalan terhadap Juz 2 dan Juz 4 seperti pada tahap sebelumnya, melainkan juga memperluas cakupan evaluasi ke beberapa bagian Juz lainnya sesuai dengan tantangan yang diberikan.

Pada hari final, kegiatan berfokus pada serangkaian sesi kompetisi yang sangat ketat. Selain hafalan dengan akurasi dan kelancaran tinggi, para peserta juga harus menghadapi berbagai tantangan yang diberikan oleh Dewan Juri, seperti menghafal ayat secara acak, membaca dengan tartil yang benar sesuai tajwid. Tak hanya itu, antar peserta juga memberikan tantangan positif berupa sesi hafalan bergantian untuk menguji konsistensi dan ketangkasan berpikir dalam menghadapi berbagai urutan ayat. Seluruh rangkaian aktivitas dipimpin dan dibimbing oleh Dewan Juri yang terdiri dari tenaga pendidik Asatidzah berpengalaman, Guru Madin bidang Al-Qur’an, serta Tim QTA, dengan pendekatan yang mendukung setiap peserta untuk memberikan performa terbaiknya.


Kepala SDIT Ma’arif H. Mubarak Bakri, S.Th.I., M.Th.I, menyampaikan bahwa perlombaan ini bukan hanya untuk mencari juara terbaik, melainkan sebagai ajang untuk melatih ananda-ananda semua agar memiliki keberanian tampil di depan umum dan membentuk mental juara sejak dini. “Kami berharap melalui kegiatan ini, setiap anak tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memiliki kepercayaan diri dan sikap pantang menyerah yang akan bermanfaat bagi mereka di masa depan,” ujarnya.

“Melalui Lomba Hafalan Al-Qur’an (MHQ) yang telah memasuki tahap final ini, sekolah bertujuan untuk menumbuhkan cinta santri terhadap Al-Qur’an sejak dini, sekaligus mengembangkan kedisiplinan dan kemampuan kerja sama yang kuat di antara mereka,” ujar Husni Mubarak, Lc., Ketua Tim QTA. Ia menambahkan bahwa lembaga ini terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, di mana santri tidak hanya menghafal tetapi juga merasa dekat dengan pesan-pesan suci yang terkandung di dalamnya.

Menurutnya, tahap final dengan berbagai tantangan dari Dewan Juri dan sesama peserta ini merupakan momen penting untuk mengukur kemajuan yang telah dicapai oleh santri. Selain kemampuan menghafal dan memahami, pihak sekolah juga berharap santri dapat menjadi contoh bagi teman sebaya dalam menerapkan nilai-nilai luhur Al-Qur’an, serta siap mewakili sekolah di ajang perlombaan hingga tingkat internasional kelak. “Kami akan terus berinovasi dalam metode pembelajaran dan penyelenggaraan kegiatan, serta bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas wawasan dan pengalaman santri terkait penghafalan Al-Qur’an,” jelasnya.

Tim Media Ma’arif


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *