
– SIT Ma’arif Makassar Qur’an Memorization Competitiontelah memasuki hari keenam pada selasa 27 Januari 2026, setelah Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bidang Pembinaan Keagamaan sebagai bagian dari upaya pembinaan pendidikan agama dan pengembangan potensi santri, dan kini telah memasuki tahap grand final yang sangat dinanti.
Setelah melalui serangkaian babak penyisihan awal dan seleksi tingkat 1 juz, 2 Juz, peserta yang lolos merupakan santri berprestasi terbaik dari seluruh kelas 1 hingga 6 SD. Tahap grand final ini tidak hanya menguji hafalan terhadap Juz 2 dan Juz 4 seperti pada tahap sebelumnya, melainkan juga memperluas cakupan evaluasi ke beberapa bagian Juz lainnya sesuai dengan tantangan yang diberikan.

Pada hari keenam ini, kegiatan berfokus pada serangkaian sesi kompetisi grand final yang sangat ketat. Selain hafalan dengan akurasi dan kelancaran tinggi, para peserta juga harus menghadapi berbagai tantangan yang diberikan oleh Dewan Juri, seperti menghafal ayat secara acak, membaca dengan tartil yang benar sesuai tajwid, Tak hanya itu, antar peserta juga memberikan tantangan positif berupa sesi hafalan bergantian untuk menguji konsistensi dan ketangkasan berpikir dalam menghadapi berbagai urutan ayat. Seluruh rangkaian aktivitas dipimpin dan dibimbing oleh Dewan Juri yang terdiri dari tenaga pendidik Asatidzah berpengalaman, Guru Madin bidang Al-Qur’an, serta Tim QTA, dengan pendekatan yang mendukung setiap peserta untuk memberikan performa terbaiknya.
“Melalui Lomba Hafalan Al-Qur’an (MHQ) yang telah memasuki tahap grand final ini, sekolah bertujuan untuk menumbuhkan cinta santri terhadap Al-Qur’an sejak dini, sekaligus mengembangkan kedisiplinan dan kemampuan kerja sama yang kuat di antara mereka,” ujar Husni Mubarak, Lc., Ketua Tim QTA. Ia menambahkan bahwa lembaga ini terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, di mana santri tidak hanya menghafal tetapi juga merasa dekat dengan pesan-pesan suci yang terkandung di dalamnya.

Menurutnya, tahap grand final dengan berbagai tantangan dari Dewan Juri dan sesama peserta ini merupakan momen penting untuk mengukur kemajuan yang telah dicapai oleh santri. Selain kemampuan menghafal dan memahami, pihak sekolah juga berharap santri dapat menjadi contoh bagi teman sebaya dalam menerapkan nilai-nilai luhur Al-Qur’an, serta siap mewakili sekolah di ajang perlombaan hingga tingkat internasional kelak. “Kami akan terus berinovasi dalam metode pembelajaran dan penyelenggaraan kegiatan, serta bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperluas wawasan dan pengalaman santri terkait penghafalan Al-Qur’an,” jelasnya.
Tim Media
0 Komentar